Dalam memulai sebuah bisnis ataupun usaha, pastinya satu orang itu memikirkan arah mana yang akan diambil untuk menjalankan bisnis itu sendiri, di era sekarang sudah banyak yang mengkampanyekan atau membuat sebuah gagasan mengenai ragam jenis usaha ada yang bergerak di bidang jasa, dagang, manufaktur, dan masih banyak lagi tentunya. Menelisik usaha yang menggunakan jasa itu tidak harus berkaitan dengan transportasi, ada juga yang bergerak pada pakaian sebut saja konveksi maupun semi garment. Ini tentunya memerlukan bahan baku pastinya yakni berupa kain, lalu diproses secara tahap demi tahap hingga jadilah sebuah barang siap pakai. Mengenai sistem produksinya, ternyata usaha jasa yang bergerak pada retail pakaian ini memiliki dua opsi sistem dalam prosesnya, namanya FOB dan CMT.

1. CMT
Pada poin pertama ini kita akan membahas terlebih dahulu mengenai CMT, tahukah kamu apa yang disebut dengan CMT? CMT itu tak lain dan tak bukan merupakan singkatan dari Cut yang bahasa Indonesianya adalah potong, Make adalah membuat dan Trim yang merupakan pangkas, jadi singkatnya itu proses potong kemudian membuat dan terakhir adalah dipangkas. Diawali dari memotong kain terlebih dahulu yang sesuai dengan pola untuk kemudian selanjutnya dijahit, lalu membuat dan menciptakan suatu baju yang dijahit yang lengkap beserta aksesoris atau kelengkapan yang diperlukan, poin terakhirnya yakni memangkas, bukan kainny loh ya namun sisa benang menjutai dan memanjang yang mengganggu pandangan kita.
Namun disamping itu, ada juga yang menyebutkan bahwasannya CMT adalah istilah untuk menentukan sebuah harga dalam industri fashion, seorang buyer akan membayar produsen untuk melakukan proses pemotongan kain, dan proses sebelum produksi hingga pengiriman semuanya akan ditanggung penuh oleh pembeli. Dari segi manfaat, untuk yang satu ini dikelompokkan menjadi 2 yakni untuk si pembeli alias pemilik merek dan produsen. Manfaat untuk sang pemilik merek yakni ia dapat mengontrol atau mengecheck kualitas kain beserta produksi plus jika membeli kain pada produsen nya secara langsung itu jauh lebih murah daripada di toko dan untuk ke produsen tak perlu mengeluarkan investasi dalam bentuk uang dan itu memberikan dampak yang positif yakni mengurangi biaya operasional yang biasa membengkak dan tidak ditugaskan untuk bertanggung jawab jika kualitas yang dibuat itu kurang baik. Hasil yang dihasilkan dari proses ini berupa pakaian ataupun busana wanita seperti gamis, pakaian muslim lainnya serta pakaian anak-anak.

2. FOB
Untuk selanjutnya yakni FOB, ini juga merupakan sebuah singkatan dari istilah akuntansi yakni Freight On Board, kalau susah mengingat dan mengucapkannya, ini gampangannya merupakan siap kirim, jadi barang sudah jadi, berbeda dengan poin yang sebelumnya, untuk hal ini untuk bahan bakunya hingga proses produksi yang membeli dan yang melakukannya adalah sang produsen, untuk segi kualitas bahan ataupun kain nya, produsen lah yang memiliki tanggung jawab penuh dan utuh, nah untuk buyernya sendiri juga mempunyai peran yaitu mendesain baju ataupun pakaian yang akan diproduksi. Ini yang sedang gencar gencarnya usaha yang digeluti oleh para anak muda dengan penghasilan yang pastinya menjanjikan seperti pembuatan kaos, kemeja, hingga jaket.

Lebih singkatnya lagi CMT itu kamu beli bahan, lalu diberikan kepada produsen untuk diproses, kamu terima jadi barangnya yang kemudian dijual di toko yang kamu miliki. Sedang untuk FOB kamu mendesain sendiri lalu dikerjakan produsen, setelah jadi barangnya kamu pakai sendiri atau kelompokmu. Keduanya mempunyai tugas yang sama yakni memberikan hasil yang terbaik bagi semua orang. Jika disuruh memilih manakah yang terbaik, itu kembali lagi pada pribadi masing-masing karena setiap orang itu tak selalu memiliki pendapat yang sama.


Jadi antara kamu dan orang lain itu beda, untuk itu kamu harus berhati-hati dalam memilih konveksi, pilih yang sesuai dengan kriteria yang kamu inginkan.

Ziper Online dapat langsung di kontak di Whatsapp Ziper Konveksi

Spread the love